Kamis, 03 September 2015

Title:
Never Ever (Secret Fansite)
PART 4

Cast:
Jeon Hae ra as You, Kim Mingyu, Jung Nami, Seventeen member, others

Genre:
general, romance, school live, comedy, others

Author:
IRri29

Word:
jangan jadi pembaca rahasia ya, beri komen dan kritik setelah membaca :) maaf bila ada kesamaan nama, foto, atau yang lainnya dan
maaf bila tulisan banyak yang salah ketik >,< karena kesempurnaan hanya milik Allah :)

"''''''''''"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""

“aku pulang!” Haera membuka pintu rumahnya, lagi-lagi keadaan rumahnya sepi.

“sebenarnya aku ini hidup sendiri atau punya keluarga sih? Rumah ini seperti tidak berpenghuni” oceh Haera sambil melempar tasnya ke kursi.

Ya, selama ini Haera selalu sendirian di rumahnya. Orang tua Haera selalu berpergian ke luar negeri karena perjalanan bisnis, kakak Haera tidak tinggal dirumahnya karena dia bekerja menjadi manager perusahaan di daerah Busan.

“hello!!! Haera pulang!!! Hallo!!! Aaaaa!!!” Haera berteriak kencang, seperti iniah Haera ketika dirumahnya. Karena tidak ada orang jadi dia bebas melakukan apapun.

“hey! Apa kau selalu berisik seperti ini saat dirumah sendirian?!” kata seseorang dari arah dapur.

“Haejoon-Oppa!!!” Haera berlari kearahnya lalu memeluknya. “bogoshipo!” Haera mempererat peluknya.

“aku juga merindukanmu” laki-laki bernama Haejoon itu mengacak-acak rambut adiknya dengan gemas. Jeon Hae Joon itulah namanya, karena dia libur beberapa hari jadi dia pulang kerumahnya.

“oppa, kenapa kau kesini?” tanya Haera.

“pabbo, ini juga rumahku. Apa aku tidak boleh kesini?” kakaknya menjitak Haera.

“hey! appo!” Haera meringis kesakitan.

“kenapa kau baru pulang jam segini? Apa kau membolos sekolah lagi?” tanya kakaknya, Haera hanya mengangkat kedua pundaknya.

“hey hey hey lihat sifat adikku yang sekarang, benar-benar tidak bisa di atur”

“itu karena tidak ada yang mengaturku” jawab Haera.

“aishh jinja, kau tidak berubah dari dulu” kakaknya mengacak-acak rambutnya lagi.

“hey! Hentikan!” Haera menepis tangan kakaknya.

“apa kau masih sendirian atau sudah punya teman?” tanya kakaknya sambil memberikan sepiring makanan untuk Haera.

“aku sudah punya temen kok, tapi hanya satu” jawab Haera lalu langsung melahap makanannya.

“satu? Apa kau yakin punya teman hanya satu?”

“satu saja sudah cukup untukku yang penting dia bisa mengertiku, daripada punya banyak teman tapi saling menusuk dari belakang” kata Haera.

“aigoo adikku sudah besar sekarang, dan  kau tambah lucu!” kakaknya kini mencubit pipinya.

“hey hentikan! Aku bukan anak kecil lagi!” Haera sedikit kesal dengan kakaknya.

“kau akan disini sampai kapan?” tanya Haera.

“kau tidak ingin merayakan ulang tahunmu sendirian lagi kan? Aku datang untuk menemanimu sampai hari ulang tahunmu” jawab kakaknya.

“ohh begitu, aku pergi ke kamar dulu ne, Gomawo sudah menyiapkan makan malam. Dahh haejoon oppa!!” Haera menuju ke kamarnya.

“””””””

Saat di kamarnya Haera langsung mengambil laptopnya untuk mengupdate Blognya. Dan juga dia memasukkan foto yang dia potret tadi kedalam laptopnya.

Hari ini Haera memotret Mingyu sangat banyak.

“wow dia sangat tampan jika di foto, dari segi manapun tetap hasilnya sangat bagus” puji Haera.

“kenapa aku jadi memujinya? Bukankankah aku benci padanya? Aishh kenapa aku jadi begini?” Haera mengacak-acak rambutnya.

“terus foto ini akan aku kemanakan ya?”

“di hapus? Tapi foto ini sangat bagus, kalau aku sebarkan ke Blogku pasti sangat banyak yang akan menyukainya. Jika banyak yang menyukainya aku akan menjadi fansite yang akan terkenal dan mendapatkan penghargaan lalu menghasilkan uang”

“yuhuu ide bagus! Aku akan menguploadnya ke blogku” kata Haera lalu membuka blognya.

“tunggu dulu.. blogku yang ini kan fansite khusus Donghae oppa, tidak mungkin aku memasukkannya ke dalam blog itu. Bisa-bisa aku akan di hujat karena memasukkan foto orang lain selain donghae oppa”

“tidak-tidak, aku tidak bisa memasukkanya ke blogku” haera menggelengkan kepalanya.

“kalau aku tetap menyimpannya di kameraku, nanti bisa ketahuan kalau aku memotret Mingyu lalu identitasku sebagai Fansite akan terbongkar. Andwe!!!. Tapi  foto ini akan aku kemanakan??!” Haera tampak frustasi.

“ahha! Aku punya ide, kenapa aku tidak membuat blog yang baru saja? Blog khusus untuk foto-foto Mingyu. Kalau seperti itu aku jadi tidak ketahuan menyimpan foto-foto Mingyu di kamera. Huu aku memang pintar haha”

Haera pun membuat Blog baru khusus foto-foto Mingyu, dengan nama ‘MGStyle Secret Fansite’ (MinGyuStyle).

“baiklah.. aku akan mengupload semua foto-foto yang aku potret tadi” kata Haera.

Haera mengupload semua foto-foto mingyu, Inilah beberapa foto mingyu yang di upload oleh Haera.


“Semoga saja banyak yang merespon dan menyukai foto-foto ini” Haera berharap, lalu Haera meng-klik tanda ENTER. Dan foto-foto itupun sudah terupload di blog barunya.

“omo! Mingyu melihat kearah kamera ku! Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali” kata Haera terkejut.       
         


Tring!!

Bunyi tanda email masuk, Haera pun mengeceknya.

@junghwi: “ini member boyband yang ada di Taman Daehak-ro Marrioner itu kan? Mereka sangat keren! I Like Seventeen <3”

@dokdoklee: “wahh baru saja aku ingin mencari foto-foto ini, ternyata sudah ada fansite yang menguploadnya. Thankss Say The Name SEVENTEEN!!”

@rtyuko: “MGStyle? apa kau adalah fansite Seventeen? Aku sangat senang, aku harap kau selalu memotret mereka di setiap waktu agar aku bisa melihatnya! Hehe hwaiting!”

@wearego: “MGStyle foto-fotomu sangat jelas dan bagus, aku sangat menyukainya!”

@kyeokkk: “MGStyle? Apa itu artinya MinGyuStyle? Nama fansite yang unik! Aku harap kau selalu update foto terbaru! ;)

Itulah beberapa email yang masuk, ternyata baru beberapa menit Haera mengupload foto-foto di blognya. Sudah langsung di banjiri komentar yang baik.

“wow.. daebak! Kurang dari semenit blogku sudah banyak yang menyukainya. Jika aku selalu memotret Mingyu, lalu memasukkannya ke blog aku akan menjadi Fansite terkenal lagi! Dengan begini aku jadi tidak akan berdiam diri dirumah terus”

“tapi bagaimana kalau Mingyu tau kalau aku yang selalu memotretnya? Ahh.. itu urusan belakangan, yang penting mulai sekarang aku akan menjadi Fansitenya Mingyu untuk bulan ini. Yosh!”

“namaku sekarang adalah MGStyle Secret Fansite! Oke!!”

“””””

               Hari ini sekolah libur, kini Haera sedang berjalan-jalan mengelilingi kota Seoul. Seperti biasa Haera selalu membawa kamera, masker dan kacamata untuk berjaga-jaga jika nanti ada Idol yang lewat dia bisa memotretnya tanpa ketahuan identitasnya.

“Wahh jika di jelajahi ternyata kota Seoul punya pemandangan yang indah” gumam Haera.

“annyeonghaseyo. kami dari Seventeen, tolong terima ini dan semoga ujianmu lancar” terdengar suara laki-laki yang sedang membagikan souvenir di depan gedung Seoul University, tidak hanya satu orang tapi tampak 6 orang yang juga berdiri disana.

“ada apa disana? Kenapa sangat ramai?” Haerapun menghampirinya dengan memakai masker dan kacamata.


"annyeonghaseyo, apa noona juga mahasiswi disini?” tanya laki-laki yang memakai jaket biru muda.

“aku seperti pernah melihat orang ini, tapi dimana ya?” batin Haera.

“noona?” panggil laki-laki itu.

“euh? Aniya. Aku bukan mahasiswi disini” jawab Haera.

“ohh maaf telah mengganggumu” kata laki-laki lalu dia membungkuk sopan.

“ahaha gwenchana”

“loh? Secret-shi?” kini muncul laki-laki yang sudah tidak asing bagi Haera, dia memakai jaket biru tua dan membawa tas yang berisi souvenir.

“Mingyu?” Haera tampak terkejut karena bisa-bisanya dia selalu bertemu Mingyu dimanapun dia berada.

“kau secret-shi kan?” tanya Mingyu.

“ne..”

“wahh daebak, aku bertemu denganmu lagi. Kau sedang apa disini?”

“a..aku? tadi aku sedang berjalan-jalan disekitar sini untuk memotret, lalu aku melihat disini sangat ramai jadi aku kesini, kau sedang apa?” tanya Haera.

“ohh aku sedang mengadakan ‘Broadcasting 'Visiting Women's University', jadi aku dan beberapa member memberikan semangat kepada mahasiswi disini lalu memberikan souvenir sebagai kenang-kenangan” jawab Mingyu.

“ohh begitu..”

“hyung kau mengenalnya?” tanya laki-laki yang di sampingnya.

“Vernon-ie, kau tidak ingat? Dia adalah seorang fansite yang waktu itu kita temui saat Showlive. Dan dia sekarang menjadi temanku”

“ahh jinja?” tanya Vernon.

“ohh aku ingat, dia adalah member Seventeen yang waktu itu bernyanyi bersama Mingyu”  ucap Haera dalam hati.

“ne..” Haera menjawab dengan keraguan.

“tunggu..dia sudah menganggapku sebagai temannya? apa dia tau kalau aku ini teman sekelasnya? Tapi kan menurutnya aku dan dia baru bertemu dan mengobrol kemarin. Ini aneh, bukannya dia terkenal dengan sifat tidak pernah mengajak ngobrol ke yeoja duluan tapi sekarang dia yang selalu mengajak mengobrol duluan. Apa dia sudah berubah?” batin Haera yang memikirkan keanehan sifat Mingyu.

“wahh ada apa ini?” tanya laki-laki bermata sipit yang memakai jaket hijau lumut.

“ahh Hoshi-hyung, aku bertemu temanku jadi aku mengobrol sedikit” jawab Mingyu.

“temanmu?” tanya Hoshi.

“annyeong, Hoshi imnida” laki-laki yang bernama Hoshi itu tersenyum ramah kepada Haera.

“Jeon Hae...ahh sec.. secret imnida” hampir saja Haera memberitahu nama aslinya.

“secret-shi? Wow namamu lumayan bagus haha” Hoshi tertawa untuk mencairkan suasana, Vernon ikut tertawa tapi Mingyu justru seperti memikirkan sesuatu.

“pabbo!pabbo! kenapa aku bisa ceroboh seperti ini? Aku hampir saja membertahu nama asliku, aku harap Mingyu tidak mendengarnya tadi..” batin Haera.

“tapi apa nama aslimu benar ‘Secret’? nama itu terlihat asing di korea, apa kau blasteran?” tanya Hoshi.

“ahh itu hanya nama panggilan” jawab Haera.

“lalu nama aslimu siapa? Tadi kau menyebut kata Jeon Hae, apa itu nama aslimu?” kini Mingyu bergantian menanyai Haera dengan wajah yang penasaran.

“maaf, tapi aku tidak bisa memberitahumu. Karena privaci keluarga” jawab Haera berbohong, tapi Mingyu tampak tidak puas dengan jawaban Haera.

“maafkan aku Mingyu, aku telah berbohong. Tapi aku benar-benar tidak bisa memberitahumu” batin Haera.

“ahh sepertinya dia anak orang kaya” bisik Hoshi kepada Vernon.

“sepertinya Hyung” jawab Vernon.

“ohh arraseo. Maaf telah bertanya seperti itu” kata Mingyu.

“aniya.. gwenchana” kata Haera.

“kajja, kia lanjutkan lagi membagikan souvenir ini. Secret-shi mau membantu kami?” ajak Hoshi.

“ahh bagaimana kalau aku memotret kalian saja?” tanya Haera.

“memotret kami?” Hoshi tampak bingung.

“hmm begini hyung, Secret-shi ini adalah seorang Fansite jadi kalau dia memotret kita dengan kegiatan seperti ini lalu memasukkannya ke blognya. Mungkin kita bisa menjadi terkenal dan masyarakat akan menilai baik kita” kata Mingyu.

“wahh ide bagus! Secret-shi mohon bantuannya” kata Hoshi dengan senyum ramahnya.

“ne! Serahkan saja padaku!” entah kenapa Haera sangat senang berada di dekat mereka, karena mereka sangat ramah dan baik.

Haera, Hoshi, vernon, dan Mingyu mengahampiri teman-temanya yang lain.

“teman-teman, kenalin kita mendapatkan teman baru. Namanya Secret-shi” Hoshi memperkenalkan kepada teman yang lainnya.

“ohh annyeong, Wonwoo imnida. Panggil saja aku Won-ie” sapa Wonwoo dengan senyuman yang ramah.

“oh.. dia laki-laki yang memiliki mata tajam itu, ternyata jika tersenyum dia lumayan tampan” ucap Haera dalam hati.

“aigoo.. hey jangan kau lihat dia, senyumannya sangat mematikan” Mingyu menghalangi pandangan Haera dengan tangannya. Haera hanya menatap Mingyu aneh.

“aish..ada apa dengannya?” batin Haera.

“yeah.. aku seokmin, tapi panggil aku DK” sapa laki-laki yang bernama DK dengan sangat ramah.

“annyeong.. Boo Seung Kwan, panggil aku Seungkwan-ie” Seungkwan juga tersenyum ramah.

“ups.. laki-laki yang terkejut dan hampirku timpahi  saat aku turun dari atas pagar pembatas ckck” ucap Haera dalam hati.

“tapi aku seperti pernah melihatmu di sesuatu tempat, dimana ya?” Seungkwan tampak memikirkan sesuatu.

“aku mohon jangan mengingatnya” ucap Haera dalam Hati.

“ahh aku tidak ingat, sepertinya kita memang baru pertama kali bertemu hehe” kata Seungkwan.

“huft, untung dia tidak mengingatnya” Haera tampak lega.

“teman-teman sebenarnya dia ini temanku, karena aku yang kenal duluan hehe. Dia aku ajak kesini karena Secret-shi ini adalah seorang Fansite, dia disini akan memotret kita dengan kegiatan seperti ini lalu dia memasukkan ke blognya. Dia akan membantu kita untuk bisa menjadi terkenal dan di nilai baik oleh masyarakat” Kata Mingyu.

“wahh jinja?” tanya 3 laki-laki itu.

“aku akan berusaha membantu kalian” kata Haera.

“tapi.. apa tidak apa-apa dengan penampilanmu yang seperti itu?” tanya Seungkwan kepada Haera karena memakai masker, topi, dan Kacamata.

“ahh gwenchana, aku memang selalu seperti ini ketika memotret”

“apa tidak pengap?” DK ikut bertanya.

“tidak, aku sudah terbiasa” kata Haera.

“seorang Fansite bukankah selalu seperti itu?” kata Vernon.

“iya juga sih, tapi kan dia..” kata Seungkwan.

“ahh sudahlah... kajja kita satukan tangan kita” kata Hoshi, semua memberpun menyatukan tangan mereka menjadi tumpukkan.

“Secret-shi kau juga” Mingyu menarik tangan Haera dan menaruhnya di atas tangannya, Haera sedikit kaget dengan sifat Mingyu yang tiba-tiba seperti itu.

“Fighting! Fighting! Fighting! Go!” semua member bersorak untuk menyemangati diri mereka masing-masing  lalu tertawa bersama, Haerapun juga ikut terbawa suasana karena mereka.

Setelah itu 6 member Seventeen melanjutkan tugas mereka yaitu memberikan souvenir kepada siswi-siswi Seoul University yang hendak masuk ke dalam gedung universitas, sedangkan Haera memotret mereka.

Inilah beberapa foto saat 6 member Seventeen membagikan souvenir dan menyapa ramah siswi-siswi Seoul University.


“mereka sangat bersemangat, semoga saja mereka bisa debut tahun ini” ucap Haera sambil melihat kearah member Seventeen.



- To Be Continued -

Part 4 aku selesai aku publish , gimana? ceritanya nambah ga jelas ya? atau bosen, seru, menarik atau gimana? beri pendapatnya dong biar semangat ngelanjuttinnya hehe. kalau kata-katanya masih baku atau ga jelas mohon dimaafkan karena ini juga baru pertama kali nulis cerita pendek atau FanFiction :') 
ohh ya makasih untuk yang udah mau baca, kritik dan sarannya jangan lupa :) dan Tunggu Part 5nya di publish ya... 
Gomawo ^^



Jumat, 21 Agustus 2015


Title:
Never Ever (Secret Fansite)
PART 3

Cast:
Jeon Hae ra as You, Kim Mingyu, Jung Nami, Seventeen member, others

Genre:
general, romance, school live, comedy, others

Author:
IRri29

Word:
jangan jadi pembaca rahasia ya, beri komen dan kritik setelah membaca :) maaf bila ada kesamaan nama, foto, atau yang lainnya dan
maaf bila tulisan banyak yang salah ketik >,< karena kesempurnaan hanya milik Allah :)

"''''''''''"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
#At Daehak-ro Marrioner Park



1 jam berlalu..


                “Huft.. sepertinya oppa-oppa suju sedang tidak ada jadwal, aku cari kemanapun tetap tidak ada” Haera kini sedang duduk di bangku Taman Daehak-ro Marrioner.

“ternyata di taman ini sangat sejuk dan ramai di siang hari, seandainya aku bisa pergi kesini setiap hari” Haera merenggangkan tangannya.

“wow pemandangan di taman ini benar-benar menarik, aku harus memotretnya” Haera mengeluarkan kamera dari tasnya.

Ckrreekk! Ckrreekk! Ckkrreekk!

Haera memotret dengan penuh semangat. Haera juga memotret orang-orang yang ada disana..

Ckrekk!

Entah kenapa Haera berhenti memotret. Haera seperti melihat sesuatu yang tidak asing lagi baginya.

“ini tidak mungkin, karena tadi dia memelukku. Kenapa aku jadi memikirkan dia terus? Aku yakin ini cuma hayalan, tidak mungkin juga dia berada disini kan?” Haera menggelengkan kepalanya, karena memikirkan seseorang.

“baiklah aku akan istirahat sebentar” Haera beristirahat sambil meminum minuman yang dia beli.

“tapi.. aku seperti memotretnya tadi. Dan dia sangat nyata, apa aku coba lihat hasil potretan tadi untuk memastikannya? Ya.. aku akan melihat hasil potretanku tadi” Haerapun mengambil kameranya untuk melihat hasil potretannya tadi.

“OMO! Ini tidak bohong, ini benar-benar dia!” Haera tampak terkejut melihat foto yang ada di kameranya.

“jika ini hantu atau bayangan tidak akan mungkin sejelas ini jika di foto. Aku memang benar-benar memotret Mingyu tadi! Dan dia melihat kearah kameraku!!” batin Haera.


“kalau bertemu dengan dia bisa mati aku! Aku harus buru-buru pergi dari tempat ini..” Batin Haera.

Haerapun kembali memakai jaket, masker, dan topinya. Tetapi saat dia ingin berjalan, tiba-tiba ada 4 laki-laki sudah berada di depannya.



“permisi, bisa kita bicara sebentar?” tanya laki-laki yang berambut coklat dengan poni di keatasin. Bukannya menjawab Haera justru memandang satu-persatu wajah mereka.

“sebelumnya kami minta maaf kalo mengganggu waktu anda, tapi disini kita hanya ingin memberitahukan bahwa kita disini ingin mempromosikan Boyband kita” lanjutnya.

“Bo..boyband?” tanya Haera.

“ne, kita berempat member dari boyband itu. Nama boyband kita adalah..”

“Say The Name..Seventeen!!” serentak mereka berempat. Haera hanya bengong melihat mereka, terlebih diantara mereka ada Mingyu.

“annyeong haseyo..  Vernon-ie, Choi Hansol imnida” kata laki-laki berambut coklat keriting, dengan wajah yang paling berbeda dari teman-temannya.

“dia tidak seperti orang Korea, tapi bahasa Koreanya sangat lancar” batin Haera.

“aku dari New York, Amerika” lanjutnya.

“ohh dia orang Amerika, pantas saja wajahnya tidak seperti orang Korea” batin Haera.

“ S.Coups, Choi Seung Cheol imnida. Aku adalah Leadernya”

“kharisma seorang leadernya sangat terlihat” batin Haera.

“ Wonwoo, Jeon Wonwoo imnida”

“Wow dia satu marga denganku” ucap Haera dalam Hati.

“annyeong haseyo. Mingyu, Kim Mingyu imnida” kata Mingyu dengan senyum ramah.

“arraseo, aku sudah tahu namamu!” ucap Haera dalam hati dan menatap sinis ke arah Mingyu.

“jam 3 nanti di taman ini kita mengadakan showlive persiapan debut kita, kita sangat berharap anda bisa menonton acaranya dan memberi penilaian kepada kami. Karena itu sangat berpengaruh terhadap debut kita nanti” kata laki-laki bernama S.Coups. Haera terlihat fokus mendengarnya.

“kau membawa kamera, apa kau seorang Fansite?” tanya mingyu tiba-tiba.

“hey, Mingyu-shi apa kau selalu berkata seperti itu kepada orang yang membawa kamera?” ucap Haera dalam hati dengan kesal.

“hmm memangnya kenapa?” tanya Haera.

“aku sangat berharap kau menontonnya lalu memotret kami, lalu kau memasukkannya ke Blogmu. Mungkin saja jika kau masukkan foto-foto kami ke blogmu, kami akan menjadi terkenal” kata Mingyu. “jika kita terkenal, aku akan memberimu hadiah” lanjutnya.

“mwo-ya? Apa-apaan dia ini, bersikap manis seperti itu?”

“hadiah? Apa Kau yakin akan tersenyum ramah dan memberiku hadiah saat aku memperlihatkan wajahku yang tertutup ini?” batin Haera.

“jika kau tidak mau menontonnya juga tidak apa-apa, kita tidak memaksa” kata laki-laki bermata tajam, Wonwoo.

“hmm.. bagaimana ya? Aku sangat sibuk, tapi akan aku usahakan hehe” Haera mencoba untuk ramah.

“arraseo, kalau begitu kita akan memberimu 1 stiker untuk menandakan kau sudah bertemu dengan kami” S.coups memberikan 1 stiker lambang Seventeen kepada Haera. Haerapun menerimanya.

“wow, ini sangat bagus” puji Haera.

“itu aku yang buat, jika kau menontonnya akan aku pastikan kau akan mendapatkan stiker seperti ini sangat banyak dariku. Kau harus menonton kami, OKE?” Mingyu mengedipkan satu matanya.

“hey, apa dia benar-benar seperti ini jika di luar sekolah?” ucap Haera dalam hati dengan perasaan ilfeel melihat tingkah Mingyu yang seperti itu.

“ahhaha arraseo, akan aku usahakan. Di taman ini kan?” kata Haera.

“ne, jangan lupa jam 3. kalau begitu, kita pergi dulu. Gamsahamida” kata S.coups, dan merekapun pergi meninggalkan Haera.

“aku harus menontonnya atau pergi?” tanya Haera kepada dirinya sendiri.

“huft, masih satu jam lagi acaranya. Lebih baik aku pergi dulu” Haerapun berjalan-jalan di sekitar taman. Saat itu juga Haera bertemu dengan member Seventeen yang lainnya, mereka sama-sama memprosikan Boyband mereka.

“””””””””
15 menit kemudian...

“huft, disini masih sepi..” kata Haera.

Ya, Haera sekarang sedang duduk di tempat penonton acara Showlive yang dikatakan member Seventeen tadi. Di tempat ini masih sangat sepi dan juga para kru-kru masih mempersiapkan panggungnya.

Awalnya Haera tidak peduli dengan ajakkan member Seventeen tadi, tapi entah kenapa dia berubah pikiran. Itu di karenakan karena Haera sangat penasaran dengan Mingyu saat tampil bersama member boybandnya.

“masih 45 menit lagi acara ini baru akan mulai, apa yang akan aku lakukan sekarang?” tanya Haera kepada dirinya sendiri.

“hey kau..” panggil seseorang dari belakang Haera, Haerapun menengok sambil memakai maskernya.

“Mingyu? Kenapa dia memanggilku? Apa dia sudah menyadari kalau ini aku? Bagaimana ini?!” batin Haera.

“fansite noona yang tadi kan?” tanya Mingyu.

“huft ternyata dia masih belum menyadarinya” ucap Haera dalam hati.

“noona?” tanya Haera.

“ahh aku salah ya? Apa kau seorang ahjuma?” tanya Mingyu yang belum menyadari bahwa yang dari tadi dia ajak bicara adalah Haera teman satu kelasnya.

“apa dia gila? Tubuh semungil ini di bilang ahjuma?” ucap Haera dalam hati dengan sedikit kesal.

“kau tidak menjawab, apa yang ku katakan tadi salah juga? Lalu kau k...”

“aku sepantaran denganmu” Haera memotong pembicaraan Mingyu.

“ahh kau sepantaran denganku, apa kau disini sedang menunggu acara Showliveku? Padahalkan masih 45 menit lagi acaranya akan dimulai” kini Mingyu dan Haera duduk bersebelahan, tanpa Mingyu tahu kalau dia sebenernya duduk disamping Haera temannya.

“kalau begitu aku pergi saja” Haera berdiri.

“tunggu!” Mingyu memegang tangan Haera untuk menahan pergi.

“lagi-lagi dia meyentuhku tanpa meminta izin” ucap Haera dalam hati, dia sebenarnya sudah sangat kesal dengan Mingyu saat tiba-tiba memeluk Haera tadi di rooftop sekolah.

“ Hey, aku kan bertanya kenapa kau marah?” Mingyu mengisyaratkan Haera untuk duduk kembali.

“tapi aku senang kau mau menonton acara Showliveku” kata Mingyu tersenyum.

“ohhiya namamu siapa? Lalu kau sekolah dimana?” tanya Mingyu.

“apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin memberitahunya kalau aku Haera” batin Haera.

“Secret” jawab Haera.

“secret? Maksudmu rahasia?” tanya Mingyu.

“kau panggil aku secret saja”

“ahh arraseo, secret-shi? Nama yang unik” kata Mingyu.

“jam segini kau tidak ke sekolah? Apa kau bolos? Hey kau sekolah dimana? Beri tahu aku..” kata Mingu kepo, saat ini Haera benar-benar bertambah kesal.

“jika kau bertanya seperti itu terus aku akan pergi”

“hey..hey arraseo. aku tidak akan bertanya lagi” kata Mingyu.

“kenapa kau disini? Kau tidak siap-siap untuk penampilanmu nanti?”

“kau mengusirku?” tanya Mingyu dengan tatapan dingin, Haera tidak menjawab.

“Mingyu-shi kajja kita latihan!” panggil Wonwoo dari kejauhan.

“hey secret-shi, ini hadiah yang aku janjikan kepadamu tadi. Ohh iya janga lupa, kau harus memotretku dan semua teman-temanku ne? Aku pergi dulu, sampai jumpa lagi” Mingyu memberikan 10 stiker lambang Seventeen lalu pergi ke segerombolan membernya untuk latihan.

“dia menempati janjinya..” kata Haera dengan kagum.

Haerapun secara diam-diam memotret Mingyu saat latihan dari kejauhan.

“dia benar-benar sangat tampan jika difoto” Batin Haera sambil memotret.


“”””””

Waktupun menunjukkan jam 3, di tempat penonton acara Showlive ini juga sudah dipenuhi oleh orang-orang yang ingin menonton. Dan penantian Haerapun tidak sia-sia, 45 menit menunggu di tempat ini Haera berhasil mendapatkan tempat yang paling depan. Tempat yang cocok untuk memotret dengan jelas.

Di sampingnya sudah banyak sekali penggemar Seventeen yang datang untuk mendukung mereka, dan juga banyak Fansite Seventeen yang sudah siap untuk memotret member Seventeen.

Raina after school, rapper Jessi, Rhymer, Kye bumzu datang untuk menjadi juri mereka.




“wow yang menjadi jurinya artis terkenal” kata Haera dengan kagum.

Acarapun dimulai, semua member seventeen satu-persatu menaiki panggung lalu berdiri di bagian baris mereka masing-masing. Seketika Fans Seventeen bersorak menyemangati mereka.

“Wow Fans mereka sangat banyak” batin Haera.

“Say The Name SEVENTEEN! Annyeonghaseyo SEVENTEEN Imnida!!” semua member Seventeen serentak memperkenalkan nama boyband mereka.

“huuuaaaa huaaaa!!!” Semua fansnyapun semakin semangat bersorak.




“kami dari Seventeen, dengan jumlah 13 member yang sebentar lagi akan debut. Mohon dukungannya semuanya” sapa laki-laki bermata sipit dan berambut blonde, Hoshi.

“kita di bagi beberapa unit, ada 3 unit yang kita miliki yaitu performance team, hip hop team dan vocal team” beberapa member mengangkat tangan saat teamnya disebutkan.

“kita seperti tiga mesin perfoma tinggi dalam satu mobil” lanjut Hoshi.

“ karena begitu banyak orang yang datang hari ini, kami sangat gugup” kini Seungkwan bergantian menyapa.

“laki-laki yang kutemui tadi dan hampir ku timpahi saat turun dari pagar, dia benar-benar teman trainee-nya Mingyu. Tapi dimana yang bernama Dino?” ucap Haera dalam hati.

“hari ini kita mendapatkan misi untuk ‘menangkap hati publik melalui kinerja unit’. Dan kami telah mempersiapkan sangat keras, jadi inilah apa yang akan anda lihat hari ini” jelasnya.

“kami meminta banyak tepuk tangan dan respon dari awal sampai akhir acara ini” tambahnya.

“FIGHTING! FIGHTING! FIGHTING! OH!!!” semua member Seventeen bersemangat untuk memulai acaranya. Penontonpun dengan semangat memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.

Dan yang pertama tampil adalah peformance team, yang terdiri dari Hoshi, Dino, The8 dan Jun. Mereka menampilkan dance yana unik, lucu, dan menarik.



“jadi Dino yang memakai topi, walau begitu aku tetap tidak pernah melihatnya di sekolah” batin Haera.

Yang kedua adalah vocal team yang menyanyikan lagu remake ‘Because of you’ after school dengan merubahnya menjadi musik akustik. Suara mereka benar-benar sangat bagus, bahkan semua penonton menikmati peampilan mereka.

“mereka sangat hebat, dancenya benar-benar menarik” ucap Haera dalam hati.

“tunggu, itu yang berambut panjang yeoja atau namja? Cantik sekali” batin Haera.




“baru pertama kali aku merinding mendengarkan suara nyanyian sebagus ini, benar-benar membuatku tersentuh” lagi- lagi Haera kagum dengan penampilan Seventeen.

Dan terakhir Hip Hop team yang menyanyikan dua lagu yaitu San E & Raina - A Midsummer Night's Sweetness dan supreme team – dang dang dang yang di aransemen sendiri oleh mereka. Penampilan yang terakhir ini justru lebih membuat penonton semakin semangat melihat mereka.




“jadi kemampuan Mingyu adalah Rapp” batin Haera.

Dan diam-diam Haera memotret Mingyu lagi.

Setelah mereka selesai menampilkan bakat mereka, merekapun kembali berkumpul di atas panggung.

“mungkin tidak banyak orang yang mengetahui tentang kami, tapi terima kasih untuk datang dan melihat kami. Kami Seventeen akan bekerja keras di masa depan!” kata Seungkwan yang kembali lagi menjadi MC.

“Gamsahamida!!” semua member Seventeen membungkuk terima kasih kepada penonton.

Setelah acara Showlive itu selesai penonton disuruh ke samping panggung, disana terdapat papan tulis yang isinya untuk pemilihan voting. Satu orang hanya boleh memberikan satu bintang di bawah nama team.

Haera memilih Hip Hop Team, ya... itu adalah team dimana Mingyu berada.

“setidaknya aku juga berterima kasih padamu, karena kau selalu baik kepadaku. Dengan bintang ini aku harap kau menang dan bisa debut” ucap Haera dalam Hati.

Lalu Haera pulang kerumahnya.

- To Be Continue -
Part 3 aku publish sekarang karena sekalian sama part 2 tadi, gimana? ceritanya nambah ga jelas ya? atau bosen, seru, menarik atau gimana? beri pendapatnya dong biar semangat ngelanjuttinnya hehe. kalau kata-katanya masih baku atau ga jelas mohon dimaafkan karena ini juga baru pertama kali nulis cerita pendek atau FanFiction :') 
ohh ya makasih untuk yang udah mau baca, kritik dan sarannya jangan lupa :) dan Tunggu Part 4nya di publish ya... 
Gomawo ^^


Title:
Never Ever (Secret Fansite)
PART 2

Cast:
Jeon Hae ra as You, Kim Mingyu, Jung Nami, Seventeen member, others

Genre:
general, romance, school live, comedy, others

Author:
IRri29

Word:
jangan jadi pembaca rahasia ya, beri komen dan kritik setelah membaca :) maaf bila ada kesamaan nama, foto, atau yang lainnya dan
maaf bila tulisan banyak yang salah ketik >,< karena kesempurnaan hanya milik Allah :)


""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
3 bulan berlalu..

#At Seoul Broadcasting High School

Haera sedang berjalan menuju kelasnya, tapi saat ingin memasuki kelasnya dia terhalang oleh segerombolan murid perempuan yang berdiri di depan pintu.

"wow.. Dia berani sekali..”

"dia yeoja dari kelas 2-A yang cantik dan kaya itu kan?"

"apa benar dia akan menembak Mingyu?"  suara bisikkan diantara murid itu.
Haera berdiri sejenak di Lorong depan kelasnya.

"kenapa di depan sangat ramai? Apa terjadi sesuatu?" pikir Haera.

“Hei, apa kau tahu disana sedang terjadi apa?” tanya Haera ke seseorang yang lewat di depannya.

“ohh itu, kau tahu? Cho Fanny kelas 2-A yang cantik dan kaya itu? Dia ingin menyatakan cintanya kepada seseorang dari kelas itu” jawab orang itu lalu pergi.

“Cho Fanny? aishh Orang itu selalu membuat sensasi” ucap Haera dalam hati.

Haerapun segera berlari dan menyerobot masuk di antara murid perempuan-perempuan itu.

"maaf, permisi! Kelasku disini izinkan aku masuk!" teriak Haera sambil menyerobot masuk.

"aish, ada apa dengan yeoja itu? Berani sekali menyerobot, padahal kita sudah lama menunggu disini" bisik salah satu murid perempuan kepada temannya.

"permisi!!!!!" teriak Haera lebih kencang.

"hey! Jangan menyerobot!" celoteh murid perempuan yang lainnya.

"aishh, jinja! Benar-benar merepotkan" batin Haera.

BRUK!!!!!!

“aww!” rintih Haera yang terjatuh karena terdorong, untungnya dia sudah masuk ke ruang kelasnya.

“Tapi, kenapa di dalam kelas sangat hening?” pikir Haera.
Haerapun mengangkat kepalanya.

“Omo!” haera terkejut melihat Mingyu sedang berdiri di depannya.

“kau sedang apa?” tanya Mingyu dengan tatapan dingin.

“euh? Itu.. Itu.. Tadi aku di dorong jadi.. Aku terjatuh” jawab Haera gugup. “kau sedang apa berdiri disitu?” tanya haera kepada Mingyu.

“hey! Yeoja rendahan, cepat pergi dari situ! Kau tidak lihat aku sedang berbicara dengan Mingyu-oppa hah?! Aku sedang menyatakan perasaanku kepadanya, jadi kau cepat minggir dan pergi dari sini!” bentak yeoja di belakang haera. Dan ternyata dia adalah Cho Fanny yang dikatakan oleh orang tadi.

“dia sedang menyatakan cinta kepada Mingyu? Apa dia gila?” batin Haera.

“apa kau bilang? Aku? Yeoja rendahan?!” Haerapun berdiri menghadap yeoja itu.

“seharusnya kau berkaca, sebenarnya siapa yang 'yeoja rendahan' itu? Jelas-jelas kau lah!” bentak Haera karena kesal.

“Mwo?!” Cho Fanny terkejut dengan ucapan Haera.

“menyatakan cinta kepada laki-laki huh? Apa kau tidak punya harga diri?! Bukankah itu salah satu sifat yeoja rendahan?”

PLAKK!!!

Tiba-tiba Cho Fanny menampar Haera, yang membuat pipi kiri Haera sangat merah.

“Cukup!” bentak Mingyu.

Haera meneteskan air mata, karena merasakan rasa sakit dari tamparan yeoja itu.

“Haera gwenchana?” tanya Mingyu.

Haera menatap Mingyu sekilas, bukannya menjawab pertanyaan Mingyu. Haera justru mengambil tasnya lalu pergi keluar kelas.

Nami yang baru datang ke kelas terkejut dengan keadaan Haera yang seperti itu, wajahnya benar-benar merah dan sepertinya tamparan itu sangat sakit.

“Haera, dia kenapa?” Tanya Nami kepada Mingyu, tapi tidak ada jawaban.

“kau itu kan sedang berurusan denganku, tapi kenapa kau melibatkan orang lain?” tanya Mingyu kepada Cho Fanny dengan tatapan kesal.

“tapi dia mengganggu..” jawab Cho Fanny.

“mengganggu? Justru kau yang sangat mengganggu!” bentak Mingyu.

Deg!!

Semua orang yang melihat aksi itu terkejut, karena ini pertama kalinya mereka melihat Prince Sekolah mereka membentak perempuan.

“mwo?” Fanny tampak terkejut mendengar perkataan Mingyu barusan.

“kau memang cantik, tapi kau sangat bodoh.”

 “apa kau tidak tahu? Aku sekarang sedang menjalani trainee, mana mungkin aku berpacaran. Kau ingin merusak masa depanku?! Iya?!" kata Mingyu.

“Mi..mingyu-shi, aku tidak..bermaksud”

“aku tidak menyukaimu dan jangan pernah muncul lagi dihadapanku” kata Mingyu singkat.

“ka..kau menolakku?! Bagaimana bisa?” tanya Fanny dengan sangat terkejut.

”ohhiya, jangan pernah kau menyakiti temanku. Karena itu akan membuatku sangat-sangat membencimu” satu kata lagi dari Mingyu yang membuat Fanny benar-benar terkejut.

Mingyu pun keluar kelas meninggalkan Fanny dan murid-murid yang menontonnya.

“huh? Dia pikir dia siapa? Berani berbicara seperti itu? Lihat saja nanti, kau akan tergila-gila padaku mingyu!” kata Fanny dengan mata yang berkaca-kaca.

“hey! Kau kelas apa? Apa kau ada keperluan di kelas ini? Tidak kan? Cepat pergi dari sini!” bentak Nami yang jahil.

“ne!” Fannypun pergi bersama dua temannya dan murid-murid yang menontonpun juga kembali ke kelasnya masing-masing.

                “hahaha cari masalah dengan Mingyu sih, jadi tau kan akibatnya” Nami tertawa puas.

""""""

At Rooftop

“hiks..hiks..” suara tangisan Haera.

Kini Haera sedang duduk menyender sambil melipat lutut dan tangannya di pembatas rooftop sekolah.

“sebenernya apa salahku? Hiks, kenapa aku di tampar? Hiks” ucap Haera sambil menangis.

“hey!” panggil Mingyu yang berdiri di samping pintu rooftop.

“hiks.. Hiks” Haera tetap menangis karena tidak mendengar.

“hey! Berhentilah menangis”! Mingyu menarik salah satu tangan Haera, sehingga Haera mengangkat kepalanya.

Haera menatap Mingyu dengan lesu, matanya sembab dan pipinya masih merah bekas tamparan tadi. Melihat keadaan Haera yang seperti itu, Mingyupun melepas tangan Haera.

Haerapun menenggelamkan wajahnya kembali di balik tangannya.

“mianhe..(maaf)” kata Mingyu.

“pergilah, hiks. aku sedang ingin sendiri..” kata Haera.

“tidak” jawab Mingyu.

“pergi!” bentak Haera.

Karena kesal melihat Haera yang seperti ini, Mingyu pun menarik lagi tangan Haera untuk berdiri. Haera memberontak, tapi Mingyu tetap bersikeras untuk membuat Haera berdiri dan menatapnya.

Bruk!!!

Mingyu menyenderkan Haera ke tembok pembatas dengan paksa.

“tatap aku” kata Mingyu, tapi Haera tetap menunduk dan menangis.

“sampai kapan kau akan menangis seperti ini huh?!” bentak Mingyu.

“aku bilang pergi! Aku ingin sendiri!” jawab Haera.

Deg

Mingyu memeluk Haera dengan tiba-tiba.

“a..apa yang dia lakukan?” batin Haera.

“tenangkan dirimu dulu, ini semua salahku. Jadi jangan memberontak, kau bisa memelukku sampai kau tenang” kata Mingyu.


Deg deg deg

“Kenapa jantungku berdetak kencang? perasaan ini.. tapi entah kenapa, aku sangat nyaman”

“dari sini aku bisa mendengarkan detak jantung Mingyu yang juga berdetak kencang”

“Dan juga aku bisa mencium parfum dari bajunya, wanginya sangat maskulin” batin Haera.

Entah kenapa saat Mingyu memeluknya, Haera menjadi sangat tenang  .

""""

 Beberapa menit kemudian.

“kau sudah berhenti menangis?” tanya Mingyu.

Haera melepaskan pelukkan Mingyu, tapi tetap tidak menatap Mingyu.

“maaf” kata Mingyu lagi, Haera tetap tidak menjawab.

“hey setidaknya kau berbicara padaku dan berterima ka..”

“gomawo” jawab Haera yang memotong pembicaraan Mingyu.

“benar-benar menyebalkan, seharusnya kau bilang itu dari tadi..” kata Mingyu.

“mianhe, kau bisa pergi sekarang” lagi-lagi Haera mengusirnya.

“kau kompres pipimu dengan ini, agar tidak membengkak nantinya” Mingyu memberikan saputangan dan es batu.

“aku tidak apa-apa” jawab Haera.

“jangan munafik” Mingyu meraih tangan Haera, lalu menaruh sapu tangan dan es batu di tangannya.

“cepat kau kompres, daripada wajahmu nanti jadi jelek. Aku tidak mau tanggung jawab yaa, jika kau nanti jadi jelek” ledek Mingyu.

                “dan aku juga tidak mau berhutang budi karena ada orang yang tersakiti karenaku” tambahnya.

Haerapun mengkompres pipinya dengan es batu yang diberikan Mingyu. Dan Seketika suasana menjadi hening, mungkin Mingyu dan Haera sama-sama canggung.

“kenapa kau sangat baik padaku?” kata Haera memulai pembicaraan.

“i..itu sebagai tanda terima kasih. karena kau, aku jadi terbebas dari yeoja gila tadi”

“tanda terima kasih? Apa kau juga senang melihat ku di tampar olehnya?! Kau berterima kasih, karena aku yang kena tamparan?!” Haera terlihat kesal.

“aishh.. bukan itu maksudku” kata Mingyu.

“lalu?”

 “karena kau langsung pergi pas di tampar tadi, jadi aku juga bisa memarahinya dan pergi. kau tau? Sudah sejak lama aku ingin merasakan momen ini”

“membentaknya sampai dia benar-benar merasakan sakit hati” jelas Mingyu.

“ternyata prince sekolah ini sangat suka membuat sakit hati perempuan, sungguh tidak bisa dipercaya” Haera menatap Mingyu sinis.

“arghh, kau tidak mengerti juga?” ucap Mingyu frustasi.

“dengar! aku bukan orang seperti itu. Aku melakukan hal tadi kepada yeoja itu, karena dia selalu mengikutiku dan menganggap aku ini pacarnya padahal aku ini bukan pacarnya”

“aku tidak suka dengan sikapnya. kau tau kan? Aku ini trainee, sudah jelas aku tidak boleh berkencan dan jika ketahuan ada gosip aku berpacaran. Aku akan pasti langsung di keluarkan” jelas Mingyu lagi.

“memang benar sih apa yang di katakannya. Seorang Trainee memang harus menjaga semuanya dimulai dari fisik, sikap, pola makan, bahkan status hubungan” batin Haera.

“aku sudah 3 tahun lebih bekerja keras untuk menggapai impianku dan tinggal sedikit lagi aku akan menggapainya. Jadi, aku tidak ingin impianku dari kecil hilang begitu saja karena aku di gosipkan berpacaran” kata Mingyu.

“terus, memangnya aku peduli?” kata Haera.

“kau benar-benar tidak bisa di ajak kompromi ya?” Mingyu terlihat kesal.

“kau tidak perlu berterima kasih ataupun merasa bersalah. aku di tampar bukan karena kau, tapi karena kesalahanku sendiri. Lagian juga, sebenarnya hari ini aku sedang males ke kelas jadi dengan keadaanku yang seperti ini aku bisa bolos. Yeay!” Haera terseyum senang.

“aku pergi dulu! Bye bye” kata Haera yang langsung pergi meninggalkan Mingyu.

“hey! Kau jangan bolos! Aku akan lapor kepada wali kelas!” teriak Mingyu, tapi Haera tidak menghiraukannya.

“ohhiya.. kau jangan mengikutiku ne!! byee” kata Haera sambil melambaikan tangan.

“aishh jinja, yeoja itu benar-benar membuat frustasi” oceh Mingyu.

“”””

                Drreet...

Mingyu membuka pintu kelas, tampak guru matematika sedang mengajar. Guru dan semua murid di kelas melihat kearahnya, Mingyu membungkuk 90 derajat untuk memberi sapaan kepada gurunya.

“Mingyu darimana saja kamu? Kenapa baru masuk ke kelas?” tanya guru.

“maaf hari ini saya ada jadwal, saya izin pulang cepat” jawab Mingyu.

“arraseo, pergilah” kata guru.

“gamsahamida seosangnim (terima kasih, guru)” Mingyu membungkukkan badannya lagi lalu pergi meninggalkan kelas.

Di sekolahan, Mingyu kadang di perbolehkan pulang cepat karena sekolah sudah tau dia adalah seorang trainee yang sedang mempersiapkan debutnya. Jadi  sekolahan memberikannya keringanan jika ingin pergi di saat jam pelajaran sedang dimulai.


“”””

BRUKK!

Haera berhasil memanjat pagar sekolah, lalu Haera merapikan bajunya yang sedikit lusuh.

“Nami, tolong bilang kepada seosangnim(guru) kalo aku izin pulang cepat karena tiba-tiba saja aku merasa tidak enak badan. Gomawo ^^”

Haera mengirim sms untuk Nami, sebenarnya dia tidak ingin membolos hari ini. Tapi karena kejadian tadi, Haera jadi benar-benar malas untuk pergi ke kelas.

“mwo? Kau sakit? Apa karena kejadian tadi? Arraseo, nanti akan aku sampaikan kepada seosangnim. Semoga cepat sembuh Haera-ah!! Hwaiting!! J” Namipun membalas pesan Haera.

“maaf sudah membohongimu Nami-ah” batin Haera.

“OMO!” Haera terkejut melihat yang ada di belakangnya.

Terlihat laki-laki berambut coklat dan berwajah cubby itu sedang duduk setengah tidur sambil melihat Haera dengan wajah yang sepertinya terkejut. Dia juga memakai seragam yang sama dan mebawa tas.

“apa dia juga membolos?” pikir Haera.

“hey, kau tidak apa-apa?” tanya Haera sambil memberikan tangannya untuk membantunya berdiri.

“sebentar.. huft” laki-laki itu menarik nafas.

“apa kau tidak apa-apa?” tanya Haera lagi.

“gwenchana, aku hanya sedikit terkejut tadi” jawabnya lalu dia berdiri.

“terkejut?” tanya Haera bingung.

“hey bagaimana aku tidak terkejut? Saat aku sedang jalan tadi kau tiba-tiba turun dari atas, apa kau gila?!” laki-laki itu terlihat kesal.

“maaf, aku kira tadi tidak ada orang” kata Haera.

“haishh jinja, hey apa kau seorang spideman? Kau ini perempuan tapi kenapa keluar sekolah dengan cara memanjat seperti itu? Padahal sekolah kita sudah menyediakan pintu gerbang yang sangat besar untuk dilewati” oceh laki-laki itu, Haera yang mendengarnya hanya bisa terdiam dan tidak menjawab.

“kenapa laki-laki ini sangat cerewet?” keluh Haera dalam Hati.

“apa jangan-jangan kau membolos?” tanya laki-laki itu.

“aniya” jawab Haera.

“lalu kenapa kau juga berada di luar sekolah juga? Apa jangan-jangan kau membolos juga?” Haera bertanya balik.

“hey kau tidak tahu aku?” tanya laki-laki itu, Haera menggeleng.

“aku Boo Seungkwan, kelas 1-C. Aku cukup terkenal di sekolah ini, karena aku, Dino dan Mingyu-hyung sebentar lagi akan debut” katanya dengan sangat bangga.


“jinja? Tapi aku benar-benar tidak mengenalmu” jawab Haera.

“tunggu.. Boo seungkwan? Apa anak ini yang diceitakan oleh Nami kemarin? Tapi Nami tidak menceritakan anak yang benama Dino, apa dia juga calon artis? ” batin Haera.

“haishh melihatmu yang seperti ini aku jadi tidak yakin kau bersekolah disini, kau kelas berapa?” tanya Seungkwan.

“euhh aku kelas..” jawab Haera.

“hey Boo Seungkwan, kau berbicara dengan siapa?!” panggil seseorang dari arah belakangnya.

“ohh Mingyu-hyung!! Aku sedang berbicara dengan gadis i... loh dia kemana?” Seungkwan terlihat kebingungan karena perempuan yang dia ajak ngobrol tadi tiba-tiba menghilang.

“kau berbicara dengan siapa?” tanya Mingyu.

“ini aneh, pergi kemana yeoja itu? 5 detik yang lalu aku mengobrol dengannya tapi sekarang dia tidak ada” jawab Seungkwan.

“jangan-jangan kau mengobrol dengan Hantu wanita hihihihi” Mingyu menakut-nakuti.

“hey hyung! Jangan menakut-nakutiku!” bentak seungkwan.

“ohhiya, apa Dino sudah kau beri tahu kalau hari ini kita ada jadwal?” tanya Mingyu.

“Dino? Tadi aku melewati kelasnya dan memberi kode, katanya dia sedikit terlambat datang karena dia sedang ada ujian olahraga. Tapi jam 1 dia sudah akan siap” jawab Seungkwan.

“ohh arraseo, kajja kita ke dorm. Hari ini kita ada jadwal promosi untuk debut kita kan?” kata Mingyu.

“ne! kajja kita pergi”ajak Seungkwan.

 “ini benar-benar aneh, kemana ya yeoja tadi?” Seungkwan masih memikirkan yeoja tadi.

“”””””

                “hosh..hosh hampir saja ketahuan” Haera terlihat kecapean karena habis berlari, kini Haera sedang mengumpat di balik rumput-rumput.

“ternyata benar, laki-laki tadi temannya Mingyu. Jika aku tadi bertemu dengannya pasti aku di ceramahi oleh Mingyu karena bolos, huft”

“baiklah daripada aku disini terus, aku akan mencari oppa-oppa Suju dan memotretnya” Haerapun memakai jaket, masker dan topi agar tidak ketahuan oleh orang-orang kalau dia membolos.

- To Be Continued -

akhirnya Part 2 selesai aku publish, gimana? ceritanya nambah ga jelas ya? atau bosen, seru, menarik atau gimana? beri pendapatnya dong biar semangat ngelanjuttinnya hehe. kalau kata-katanya masih baku atau ga jelas mohon dimaafkan karena ini juga baru pertama kali nulis cerita pendek atau FanFiction :') 
ohh ya makasih untuk yang udah mau baca, kritik dan sarannya jangan lupa :) dan Tunggu Part 3nya di publish ya... 
Gomawo ^^