Selasa, 15 September 2015

Never Ever (Secret Fansite) PART 6


Title:
Never Ever (Secret Fansite)
PART 6

Cast:
Jeon Hae ra as You, Kim Mingyu, Jung Nami, Seventeen member, others

Genre:
general, romance, school live, comedy, others

Author:
IRri29

Word:
jangan jadi pembaca rahasia ya, beri komen dan kritik setelah membaca :) maaf bila ada kesamaan nama, foto, atau yang lainnya dan
maaf bila tulisan banyak yang salah ketik >,< karena kesempurnaan hanya milik Allah :)

"''''''''''"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""

BRUKK!!

Haera tidak sengaja menyenggol bukunya saat berdiri, bukunyapun berjatuhan ke lantai. Dengan malas Haera mengambil buku-bukunya, melihat kejadian itu Nami dan Mingyupun ikut membantu mengambil buku-buku Haera yang jatuh.

Srekk!

Tiba-tiba ada  yang jatuh dari dalam buku Haera, Mingyupun mengambilnya tanpa Haera sadari.

“ini kan stiker Seventeen, Haera kau kemarin juga menonton acaraku? Apa kau di datangi oleh salah satu member boybandku? Haera cepat jawab apa kau kemarin menonton acaraku juga?” tanya Mingyu.

“mwo?” Haera tampak terkejut dengan pertanyaan Mingyu.

“pabbo! Kenapa bisa-bisanya aku lupa menyimpan stiker-stiker itu di kamar? Mingyu jadi curigakan padaku, aku harus bagaimana? Aku tidak mungkin mengaku sekarang juga” ucap Haera dalam hati.

“kenapa kau melihat isi yang ada di dalam bukuku?!!” Haera segera mengambil buku dan beberapa stiker dari tangan Mingyu, tapi Mingyu tidak memberikannya kepada Haera.

“aku kan hanya bertanya, kau dapatkan stiker sebanyak ini darimana? Apa kau kemarin datang untuk menonton acarak...”

“tidak! A..aku tidak menonton acara itu. Da..dan stiker itu, itu bukan punyaku. i..itu punya saudaraku...” jawab Haera berbohong dengan perasaan gugup.

“saudaramu? Member lain hanya memberikan satu stiker kepada pengunjung, tapi saudaramu mendapatkan banyak stiker” kata Mingyu. “apa nama saudaramu itu Secret-shi?” tanya Mingyu.

“aigoo, aku harus bagaimana? Diakan sangat dekat kemarin denganku saat aku menjadi Secret-shi ” ucap Haera dalam hati.

“hey! Jeon Haera! Jawab pertanyaanku, apa saudaramu itu Secret-shi?” tanya Mingyu lagi.

“Secret-shi? Dia siapa Haera?” Nami ikut bertanya.

“ne, Secret-shi memang saudaraku...” jawab Haera berbohong, ya.. ini untuk kebaikannya.

“ahh ternyata kau mendapatkan stiker ini darinya, tapi kenapa dia memberikannya padamu? Seharusnya dia kan menyimpannya” Mingyu terlihat kecewa.

“Haera? Apa benar kau mempunyai saudara bernama Secret-shi? Nama saudaramu sangat unik haha” kata Nami.

“ne.. namanya memang unik” jawab Haera dengan lesu.

“lalu kenapa kau bisa mengenalnya Mingyu?” tanya Nami kepada Mingyu.

“ahh.. dia adalah temanku, kau tahu? dia adalah seorang Fansite yang sangat baik, kemarin dia membantuku dan teman-temanku saat membagikan souvernir di Seoul University. Dia memotret lalu memasukkannya ke dalam blognya” Mingyu bercerita.

“benarkah? Apa dia cantik?” Nami bertanya.

“aku tidak bisa melihat wajahnya karena dia selalu memakai masker. Padahal aku sangat ingin melihat wajahnya” jawab Mingyu.

“dia seumuran denganmu atau seorang noona? Kalau dia seumuran dia sekolah dimana?” tanya Nami dengan bersemangat mendengar cerita kelanjutannya. Haera yang tampak risih, meninggalkan Nami dan Mingyu.

“dia seumuran denganku,tapi saat ku tanya sekolah dimana? Dia terlihat sangat marah dan tidak ingin memberitahuku” jawab Mingyu.

“ohhiya kenapa kita tidak tanyakan kepada Haera? Bukankah dia saudaranya?” kata Nami.

“kau benar, Hey Haera saudaramu i...itu..” ucapan Mingyu terhenti saat melihat Haera tidak ada di tempatnya.

“sepertinya Haera sedang Badmood, jadi dia suka tiba-tiba menghilang” kata Nami.

“ahh arraseo, aku bisa bertanya nanti” kata Mingyu.

“”””””””””””””””

Haera tampak termenung di rooftop sekolah, entah kenapa Haera sangat senang berdiam diri disini. Mungkin karena sepi dan udaranya sejuk, dan hembusan angin di tempat ini cukup terasa.

“apa aku mengaku saja kalau aku sebenarnya Secret-shi?” tanya Haera kepada dirinya sendiri.

“ahh tidak mungkin!!” Haera mengacak-acak rambutnya frustasi.

“bagaimana kalau Mingyu tidak percaya nanti? Terus kalau aku mengaku pasti Nami akan menanyaiku dengan terus-menerus, dan itu sangat menyebalkan”

“arghhh tuhan tolong aku!!” Haera mangacak-acak rambutnya lagi.

“hey kau! yang disana! Kau gila atau waras?” tanya laki-laki dengan tinggi 160 cm, sepertinya dia anak kelas 1 karena wajahnya terlihat lebih muda dari Haera.

“jika aku gila bagaimana?” tanya Haera dengan tatapan sinis.

“ji..jika kau gila, kau tidak mungkin bersekolah disini. Benar bukan?” jawabnya, dia menunjukkan ekspresi aneh.

“huft..kau sedang apa disini? Kau ingin menjadi gila juga disini?” tanya Haera.

“aku baru tahu kalau disini tempat untuk orang yang gila, bukankah Rooftop sekolah untuk menenangkan diri?” laki-laki itu tersenyum aneh dan menunjukkan gigi rapihnya.

“jika kau sudah tau itu, kenapa kau tadi menganggapku gila? Jelas-jelas aku disini untuk menenangkan pikiranku!” oceh Haera.

“maaf hehe, habisnya tadi kau menjambak-jambak rambutmu. Aku kira tadi kau gila” kata laki-laki itu dengan senyuman yang ramah. Tapi Haera tetap terlihat kesal lalu melihat kearah langit.

“hey! Namamu siapa? Dan kelas berapa?” tanya laki-laki itu, tapi Haera tidak menghiraukannya.

“aku Lee Chan, tapi orang-orang sering memangilku Dino. Aku dari kelas 1-B” laki-laki itu memperkenalkan dirinya, dan kini dia juga menyender sejajar dengan Haera.


“tunggu.. Dino? Aku seperti pernah mendengar nama itu” ucap Haera dalam hati dan kini Haera memandang kearah laki-laki itu.

“waeyo?” Dino menatap balik ke arah Haera, Haerapun memalingkan wajahnya.

“aku yakin kau pernah melihatku di sesuatu tempat, karena aku sebentar lagi akan debut menjadi artis” katanya.

“ahhh.. aku ingat, dia adalah member Seventeen, temannya Mingyu” ucah Haera dalam hati.

“hey! Seharusnya kau juga memperkenalkan dirimu!” Dino telihat kesal karena Haera tidak menjawab pertanyaannya.

“Jeon Haera, kelas 2-C” jawab Haera singkat.

“kelas 2-C? ahh.. kau sekelas dengan Mingyu-hyung kan?” tanya Dino.

“ya..begitulahh” jawab Haera.

“maaf sudah tidak berkata sopan, aku tidak akan memanggilmu dengan kata ‘kau’ lagi. Tapi aku akan memanggilmu Haera-noona” kata Dino sambil tersenyum ke arah Haera.

“memanggilku dengan kata ‘kau’ juga tidak apa-apa” kata Haera.

“aniya! Aku harus tetap sopan kepada kakak kelas, jadi aku akan memanggilmu Haera-noona” Dino mengulangi katanya.

“ahh.. arraseo, terserah kau saja” kata Haera singkat, sebenarnya Haera sangat malas dengan orang yang banyak bicara. Itu sebabnya dia tidak punya teman, karena sering kabur ketika orang sedang bercerita banyak atau menanyainya.

Haera kembali menatap langit, tapi Dino malah menatap Haera sambil senyum-senyum karena menurutnya Haera adalah orang yang asik untuk dijahili. Karena merasa di pandangi Haerapun menatap Dino sinis.

“Mwo??!” tanya Haera.

“aniya..” lagi-lagi Dino hanya tersenyum.

“berhenti tersenyum atau kau akan aku lempar ke bawah!” kata Haera lagi. Dinopun menutup mulutnya lalu diam-diam tertawa.

TING NONG...

Suara bel tanda masuk berbunyi..

Haerapun segera turun menuju kelasnya, begitupun dengan Dino yang mengikuti di belakangnya. Setelah sampai di tangga paling bawah, Haera pergi kearah kanan untuk menuju kelasnya. Sedangkan Dino kearah kiri karena arah ke kelasnya memang kesitu.

“Haera-noona, sampai bertemu lagi. Sampaikan salamku kepada Mingyu-hyung!” teriak Dino. Tapi lagi-lagi Haera tidak menghiraukannya.

“ahh sifatnya benar-benar dingin” gumam Dino, lalu pergi menuju kelasnya.

“”””””””””””””

Saat masuk ke kelas Haera langsung duduk di tempatnya, tapi ada sesuatu kertas di atas mejanya. Haerapun mengambil kertas itu lalu membacanya.

“hey! Bisakah kau melihat kearah kananmu?” isi surat itu.

Haerapun melihat ke arah kanan sesuai perintah dari surat itu, saat dia menghadap ke kanan dia mendapati Mingyu yang lagi melihatnya sambil tersenyum.

“apa kertas ini darimu?” tanya Haera, Mingyu mengangguk.

“ada apa?” tanya Haera lagi.

“aku ingin bertanya sesuatu, dan aku harap kau mau memberita....”

“jika itu tentang Secret-shi aku tidak akan menjawabnya” jawab Haera memotong pembicaraan Mingyu.

“hey, bagaimana kau bisa tahu sebelum aku bertanya? Haera aku mohon beri tahu aku tentang dia..” Mingyu memohon.

“tidak” jawab Haera.

“hey.. Haera, please..” Mingyu memohon lagi.

Drettt!

“anak-anak cepat ke tempat duduk kalian masing-masing!” bentak guru yang tiba-tiba datang. Semua muridpun duduk di bangkunya masing-masing, dan Mingyupun menyerah untuk memohon kepada Haera.

“maaf Mingyu, tapi aku benar-benar belum bisa mengaku padamu sekarang” ucap Haera dalam hati.

Tapi perjuangan Mingyu untuk mendapatkan jawaban tentang Secret-shi dari Haera tidak hanya sampai disitu, saat pembelajaran di mulai Mingyu memberi kertas lagi kepada Haera.

“Haera, aku mohon kasih tau aku sedikit tentang Secret-shi. Jika kau memberitahuku aku akan memberikanmu makanan yang sangat banyak” itu isi surat dari Mingyu untuk Haera.

“lagi-lagi dia menyogokku dengan hadiah” batin Haera.

Tapi Haera membuangnya kedalam laci meja, Mingyu terlihat frustasi melihat sifat Haera yang sangat susah diajak kompromi.

SKIP

“baiklah cukup sampai disini pembelajaran hari ini, selamat siang” gurupun keluar dari kelas, dan semua muridpun bergegas keluar kelas juga.

“Haera kau ingin ke kantin? Atau mau nitip makanan kepadaku?” tanya Nami.

“aku tidak lapar, kau sendrian saja ya ke kantinnya. Nanti aku tunggu di halaman sekolah” jawab Haera.

“arraseo.. aku ke kantin dulu ya!” Namipun pergi ke kantin, sedangkan Haera pergi ke halaman sekolah.

Mingyu yang masih penasaran tentang Secret-shi, diapun mengikuti Haera di belakangnya.

“Haera.. aku mohon jawab pertanyaanku” tiba-tiba Mingyu berhenti di depan Haera, yang membuat Haera sedikit terkejut.

“aishh.. aku bilang kan, aku tidak mau memberitahumu! Kenapa kau sangat susah di bilangin sih?!” bentak Haera, seketika murid-murid yang sedang lewat menatap Haera dan Mingyu.

“maaf, aku harus pergi” karena sedikit canggung dengan keadaan yang sedang terjadi, Haerapun memilih untuk pergi meninggalkan Mingyu.

“Haera.. tunggu!”

“Mingyu?” tanya guru wali kelas.

“ahh ne seosangnim? Kau memanggilku?” jawab Mingyu.

“kemarin salah satu staf dari Entertainmentmu datang dan mewawancaraiku, apa tejadi sesuatu di Entertainmentmu? Apa kau membuat masalah?” tanya guru.

“mewawancarai seosangnim? Perasaan tidak terjadi sesuatu di Entertainmentku. Mereka bertanya apa saja?”

“mereka menanyai tentangmu, bagaimana sifatmu dan prestasimu di sekolah?” kata guru.

“ohh mungkin itu untuk penilaian pribadiku, guru tahukan? Sebentar lagi aku akan debut” kata Mingyu.

“aku kira terjadi sesuatu. Arraseo, Ibu harap kamu bisa sukses dan tidak sombong jika sudah terkenal nanti”  ucap guru wali kelasnya.

“ne seosangnim, aku tak akan sombong. Dan aku akan selalu mengingatmu, kalau begitu aku permisi dulu..” Mingyu membungkuk hormat lalu pergi.

“kemana yeoja itu pergi?” batin Mingyu.

“””””’

Haera duduk di bangku halaman sekolah sambil memotret, ya.. sepeti itulah kerjaan Haera ketika bosan. Mingyu yang melihat Haera berada disitu, diapun menghampirinya.

“Haera!” sapa Mingyu yang kini duduk di sampingnya.

“haishh.. dia lagi” ucap Haera pelan.

“hmm? Kau bilang apa?” tanya Mingyu.

“tidak bilang apa-apa kok” jawab Haera lalu memotret kembali.

“wahh.. kau seperti Secret-shi” kata Mingyu.

“mwo? Apa dia sudah menyadarinya kalau aku Secret-shi?” batin Haera.

“aku jadi teringat Secret-shi ketika melihatmu”

“ma..maksudmu?” tanya Haera gugup.

“kau bilang kalian bersaudara kan? Kau dan dia sangat mirip terutama hobimu yang sama-sama suka memotret. Hanya saja sifat kalian sangat berbeda” jawab Mingyu.

“ohhiya apa kau tau dimana Secret-shi bersekolah?” tanya Mingyu lagi.

“lagi-lagi dia menanyai tentang itu” ucap Haera dalam hati dengan perasaan kesal.

“tidak, aku tidak tahu” jawab Haera singkat.

“kau saudaranya tapi tidak tahu dia bersekolah dimana? Aishh.. aku meragukanmu sebagai saudaranya” kata Mingyu.

“dia tidak pernah memberitahuku” kata Haera beralasan.

“ohh..ternyata dia sangat tertutup, bahkan sama saudaranya pun sangat tertutup” ucap Mingyu.

“kalau begitu, aku pergi dulu yaa. Bye..” ucap Mingyu lalu pergi.

“dia hanya menghampiriku hanya untuk itu? Menyebalkan sekali. Dan ada apa dengannya? Kenapa dia jadi begitu ramah kepadaku juga?” Ucap Haera bingung melihat sifat Mingyu yang seperti itu.

“dan kenapa juga aku memikirkan dia? Aishh!!” Haera menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi.

“Haera sedang memikirkan apa?” tanya Nami yang baru saja datang.

“ahh tidak, aku sedang tidak memikirkan apapun” jawab Haera.

“kau dan Mingyu akhir-akhir ini menjadi sangat dekat” kata Nami sambil memakan cemilan yang ada di tangannya.

“benarkah? Aku tidak merasa seperti itu”

“tapi kau sangat beruntung karena selalu Mingyu yang menagajakmu bicara dan juga kau membuat semua yeoja di sekolah ini cemburu kepadamu haha” kata Nami.

“ahh aku tidak mengerti dengan yang kau bicarakan. Aku kelas duluan ya” kata Haera meninggalkan Nami yang sedang tertawa.

“hey! Haera! Aishh.. dia selalu saja seperti itu. Haera! Tunggu aku!!!” teriak Nami yang mengikuti di belakangnya.

“””””””””””””””””””””

SKIP

“””””””””””””””””””’’’

Keesokan harinya..

Suasana di kelas 2-C benar-benar sangat ribut, karena guru tidak datang ke kelas hari ini.

“huaa!! Padahal sebentar lagi kita ujian tapi kenapa guru tidak masuk ke kelas? Apa mereka memberikan waktu utk kita istirahat?” kata Nami yang mengajak Haera mengobrol, tapi Haera hanya menatap bangku Mingyu.

“apa dia sedang ada jadwal? Kalau iya, kenapa dia tidak menghubungi teman-teman sekelasnya? Dia kan selalu memberitahu kepada teman-teman sekelas jika dia tampil di sesuatu tempat” batin Haera.

“Haera! Hey Jeon Haera? Kau melamun? Hey! Hey!” karena sadar Haera tidak mendengarnya, Namipun membangunkan Haera dari lamunannya.

“mwoya?” tanya Haera yang sudah sadar dari lamunannya.

“haishh.. jinja, kau ini selalu saja tidak menghiraukan orang ketika sedang berbicara. Kau kenapa? Apa yang kau lamunkan?” tanya Nami kesal.

“tidak, tidak ada yang aku lamunkan” jawab Haera.

“tidak, tidak ada yang aku lamunkan. Aishh apa hanya itu jawaban yang kau punya? Menyebakan sekali..” Nami terlihat kesal dengan Haera.

“maaf” kata Haera.

“ne... gwenchana. Aku sudah terbiasa haha” Nami tertawa bercanda.

“dia memang teman yang baik” batin Haera. Lalu dia ikut tertawa bersama Nami.

Drtt  drtt

Suara Speaker yang seperti akan berbunyi.

“Annyeong haseyo!  Say The Name SEVENTEEN Imnida! Yeay!!!” tiba-tiba ada suara keras dari speaker, yang membuat semua sekolah terkejut. Murid di kelaspun ada yang terbangun dari tidurnya dan ada juga bertepuk tangan tapi tidak tahu apa maksudnya.

“aigoo jantungku hampir meledak”

“mwo? Ada apa ini?”

“Seventeen? Itu apa?” semua murid dikelas bingung dengan apa yang sedang terjadi. Tapi tidak bagi Haera dan Nami, mereka seperti mengetahui nama itu.

“Seventeen? Haera, bukankah itu nama boybandnya Mingyu? Kenapa mereka ada disini?” tanya Nami.

“aku juga tidak tahu” jawab Haera.

“apa jangan-jangan mereka ingin tampil disini?” firasat Haera dalam hati.

“kami 13 anggota dari boyband Seventeen, silahkan beri kami tepuk tangan!” suara dari speaker itu lagi, mendengar ucapan itu semuanya memberikan tepuk tangan.

“karena hari ini adalah periode ke 5, kalian akan meninggalkan pelajaran sejenak dan disisihkan untuk sementara waktu. Karena sekarang Seventeen telah menyiapkan kinerja kejutan untuk kalian!!” mendengar bahwa hari ini di istirahatkan dari belajar, semua siswa pun berteriak senang.

“woaahhh!”

“woahh Haera, aku tidak sedang bermimpi kan? Hari ini kita dibebaskan dari belajar!!” kata Nami yang sangat senang.

“haha tidak, kau sedang tidak bermimpi Nami” jawab Haera dengan perasaan yang ikut senang.

“firasatku benar, Seventeen ingin mengadakan Showlive disini. Tapi kenapa Mingyu tidak memberitahu semua teman-temannya? Apa dia ingin memberi kejutan?” batin Haera.

“semuanya, silahkan datang ke Gymnasium jam 2 siang hari ini. Janji?” lanjut dari suara speaker itu.

“janji!!!!” semua siswa menjawab dengan perasaan yang gembira.

“jika banyak yang datang, itu akan menjadi kekuatan yang sangat besar untuk kita!” lanjutnya. “cukup sampai disini, Say The Name Seventeen! Gamsahamida!” dan suara dari speaker itupun selesai.

“wahh!! Tinggal 30 menit lagi acara itu akan di mulai, aku sudah sabar ingin menonton mereka! Namja berambut blonde kita akan bertemu lagi!” Nami mengoceh sendiri.

“semoga saja member Seventeen tidak ada yang mengetahuiku kalau aku bersekolah disini” ucap Haera dalam hati.

“Haera! Hey Haera!” Nami memanggil Haera.

“ne?” jawab Haera.

“lagi-lagi kau melamun, kau memikirkan apa?” tanya Nami.

“aku tidak memikirkan apa-apa kok” jawab Haera.

“aishhh kau selalu saja seperti itu” Nami mulai kesal dengan jawaban Haera yang seperti itu terus.

Brakk!!

Terlihat seorang laki-laki membuka pintu dengan keras, semua murid terlihat terkejut.

“hosh.. hosh teman-teman, kalian harus datang dan menontonku. Ne?!!” kata Mingyu yang terlihat kecapean karena habis berlari.

“ne!!” semua murid menjawab dengan senang.

“baiklah aku pergi dulu, sampai ketemu lagi di gymnasium jam 2!!” Mingyupun pergi kembali, dengan senyuman di wajahnya.

“wahh daebak, dia sebentar lagi akan debut. Pasti kelas kita akan sangat ramai dengan fansnya nanti haha” salah satu murid memujinya.

“biar saja, nanti kan aku juga bisa foto sepuasnya dengan Mingyu tanpa halangan” sahut murid yang lainnya.

“Nami, aku ke kamar mandi dulu ya” kata Haera.

“ohh okee jangan lama-lama” jawab Nami.

Sebenarnya Haera tidak ingin ke kamar mandi, tapi dia ingin pergi melihat member Seventeen sekarang berada dimana.

“mereka sekarang lagi dimana ya?” Haera melihat-melihat ke sekitar.

“ah pasti mereka latihan di gymnasium, aku harus kesana” Haerapun pergi ke gymnasium sekolah.

Tinggal 10 langkah lagi Haera sampai di gymnasium sekolah, tapi Haera mengurungkan niatnya untuk kesana. Karena dia takut nanti malah bertemu Mingyu tidak sengaja, Haera sudah tau pasti kalau ketemu dengannya pasti Mingyu akan menanyai banyak hal kepada Haera. Dan itu akan membuat Haera kesal.

Haera menyender di tembok dengan kepala yang menatap ke lantai.

“aku harus bagaimana? Aku sangat penasaran, tapi aku takut untuk melangkahkan kakiku kesana. Apa aku kembali ke kelas saja? Ne, aku tidak mau Nami mencurigaiku..” Haerapun mengangkat kepalanya.

“omo!” Haera tampak terkejut karena saat ini ada laki-laki menatapnya di depannya. Laki-laki itu mempuyai mata yang sipit, memakai jas hitam, berambut blonde dan dia juga tersenyum ketika melihat Haera.

- To Be Continued -
Part 6 aku selesai aku publish, gimana? ceritanya nambah ga jelas ya? atau bosen, seru, menarik atau gimana? beri pendapatnya dong biar semangat ngelanjuttinnya hehe. kalau kata-katanya masih baku atau ga jelas mohon dimaafkan karena ini juga baru pertama kali nulis cerita pendek atau FanFiction :') 
ohh ya makasih untuk yang udah mau baca, kritik dan sarannya jangan lupa :) dan Tunggu Part 6nya di publish ya... 
Gomawo ^^

1 komentar:

  1. Pastitogel adalah bandar togel online terpercaya,teraman dan terbesar di indonesia yang menyediakan permainan togel online yang dikeluarkan langsung oleh situs resmi.

    pastitogel menyediakan 9 Pasaran Togel situs resmi yaitu :
    1. Pasaran Cambodia
    2. Pasaran Sydney
    3. Pasaran Hainan 4D
    4. Pasaran Singapore
    5. Pasaran Magnum 4D
    6. Pasaran Da Ma Cai 4D
    7. Pasaran Sports Toto 4D
    8. Pasaran Manila
    9. Pasaran Hongkong

    pastitogel juga memberikan Bonus Deposit New Member dan Bonus Deposit Harian sampai dengan Top Up Rp 50.000,-

    LINK ALTERNATIF : http://bit.ly/2SrSdeC
    - WA : +62 822-7443-9249
    - Facebook : https://www.facebook.com/groups/pastitogel/

    main togel online
    pastii jp togel
    pastijptogel.net
    prediksi jitu pasti togel

    BalasHapus